Sabtu, 29 November 2014

Rindu Yang Terpupuk



Aku duduk
Dipeluk rindu yang terpupuk
Di tengah malam dingin yang menusuk
Dan bau-bauan sunyi yang membusuk.
Aku merunduk
Agar Tuhan mau lindungi
raga-raga renta yang kini sendiri.  

Senin, 24 November 2014

Rindu Tanpa Syarat

Rindu ini tak sehebat bulan Juni, seperti kata Sapardi.
Rindu ini tak sehebat bulan Juni
yang betah menanti tetesan-tetesan hujan
untuk turun membasuh dahaga hati.

meski, dia tak kunjung datang jua.

Rindu ini tak setegar embun pagi hari.
yang rela pergi
menguap
bahkan sebelum yang dinanti datang hampiri

Rindu ini lebih sederhana dari itu semua. Rindu ini hanya perlu diucapkan lalu dibawa oleh angin pergi menjauh dan buyar bersama deru debu.

Rindu ini hanya perlu digoreskan pena kepada selembar kertas putih lalu diremas dan dibuang bersama ceceran sampah lainnya.

Rindu ini sederhana
Tanpa alasan
tanpa penyebab pasti adanya
Ku sebut ini
Rindu tanpa syarat.


-2014

Selasa, 22 Juli 2014

Juli Ke-sekian

Selamat pagi, Juli.
Apa kabar kamu, bulan sakral nan magis. Setahuku kamu masih sama seperti kamu yang dulu. Masih menyedihkan, tetapi juga membahagiakan. Betul?

Juli,
Terimakasih telah membawa kebahagian tahun ini. Di Juli yang ke-sekian ini aku bertambah dewasa. Menanggalkan status siswa untuk gelar yang lebih baik. Ada Maha di depannya. Haha
Terimakasih sudah menjadi saksi terwujudnya doa-doaku selama ini. Jaket Kuning dengan Makara Jingga di dadanya. Aku jadi Mahasiswa Komunikasi UI sekarang. Satu langkah besar untuk menggapai cita-citaku.

Hai Juli,
Aku tahu, kamu adalah tempat dimana sedih perpisahan harus terjadi. Aku tak suka harus berpisah dengan mereka-mereka yang mengisi hari-hariku selama ini. Teman-teman hebat yang tak pernah membuatku bosan. Keluarga-keluarga super yang terus membuatku mau berjuang. Aku tak suka harus dipisahkan dengan meraka. Walaupun aku tahu, pertemuan juga akan sangat mungkin terjadi di Juli yang akan datang.

Juli-ku,
Terima kasih dan maafkan pengagummu ini. :)

Senin, 17 Februari 2014

Debu Abu Kelabu

Debu-debu,
terbakar menjadi
abu
tak terlihat karena dia
kelabu

Abu-abu
belum tentu dia
kelabu
mungkin dia hanya tertutup
debu

Kelabu-Kelabu
karena kau tiupkan
debu
bersatu bersama
abu

Apa yang tertutup Debu, jangan kau artikan tak dijaga
Apa yang menjadi Abu, jangan kau artikan sisa
Apa yang kusam Kelabu, jangan kau artikan telah lama